MAKALAH ‘MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN DAMPAK YANG DI AKIBATKANNYA’
HALAMAN JUDUL
MAKALAH
‘MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN
DAMPAK YANG DI AKIBATKANNYA’
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas:
Mata kuliah : Pengetahuan Lingkungan
Dosen Pengampu : Yatin Mulyono, M.Pd
Disusun Oleh:
Moh. Imam
1801140533
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKARAYA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
2019 M/1440 H
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Dengan
menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Puji syukur kita
panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan
inayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Mengidentifikasi
Kerusakan Lingkungan Dan Dampak Yang Di Akibatkannya”
Pada
kesempatan kali ini izinkan penulis untuk mentyampaikan rasa terima kasih
kepada Bapak Yatin Mulyono, M.Pd selaku
dosen pengampu “Pengetahuan Lingkungan”.
Penyusunan makalah semaksimal mungkin kami upayakan dengan bantuan dari
berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar dalam penyusunannya.Untuk itu tidak
lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini.
Semoga
makalah ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan
wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan khususnya pada sejarah ipa dan kepada
semua pembaca. Namun penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata
sempurna untuk itu kritik dan saran kami
persilahkan, untuk pengembangan kami di masa yang akan datang.
Wassalamualaikum wr.wb
Palangkaraya, 29 April
2019
Penyusun
BAB I PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Lingkungan secara umum memiliki artisegala
sesuatu di luar individu merupakan sistem yang komplek sehingga dapat
mempengaruhi satu sama lain. Kondisi yang sering mempengaruhi ini membuat
lingkungan dinamis dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi dan seberapa
besar komponen lingkungan itu dapat mempengaruhi dengan kuat, perubahan itu
dapat disebabkan oleh mahluk hidup dalam suatu lingkungan tersebut, baik berupa
fisik, kimia dan biologi.
Lingkungan di Indonesia seing
juga disebut “Lingkungan hidup”. Lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan
kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang tempat manusia atau mahluk
hidup berada dan dapat mempengaruhi hidupnya. Pengertian lingkungan hidup yang
mendalam menurut undang-undang NO. 23 tahun 2007, adalah kesatuan ruang dengan
semua benda atau kesatuan mahluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan
segala tingkah lakunya demi melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan manusia
maupun mahluk hidup lainnya yang ada disekitarnya.
Pada umumnya kualitas bumi tampak
semakin hari semakin merosot terutama dalam lingkungan. Hal ini menunjukan
bahwa manusia telah mengahancurkan rumahnya sendiri, manusia sebagai salah satu
mahluk penghuni bumi dengan berbagai gaya hidupnya, kegiatannya, produksinya
serta konsumsinya sehingga mengakibatkan dampak terhadap lingkungan sekitar
baik dari fisik, kimia dan biologi.
Dengan adanya permasalahan
tersebut pada kesempatan kali ini kami akan berupaya mengupas semaksimal
mungkin dan menjelaskan beberapa hal yang berhubungan dengan kerusakan
lingkungan dan dampak yang di akibatkannya, maka dari itu selanjutnya di dalam
pembahasanmakalah ini kami akan menjelasakn tentang dampak kegiatan manusia
terhadap lingkungan fisik, dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan kimia
serta dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan biologi.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana dampak kegiatan manusia terhadap
lingkungan fisik?
2.
Bagaimana dampak kegiatan manusia terhadap
lingkungan kimia?
3.
Bagaimana dampak kegiatan manusia terhadap
lingkungan biologi?
C.
MANFAAT
1.
Umtuk mengetahui dan memahami dampak kegiatan
manusia yang terjadi terhadap lingkungan fisik.
2.
Untuk mengetahui dan memahami dampak kegiatan
manusia yang terjadi terhadap lingkungan kimia.
3.
Untuk mengetahui dan memahami dampak kegiatan
manusia yang terjadi terhadap lingkungan biologi.
BAB II PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
DAMPAK KEGIATAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN FISIK
Lingkungan
secara umum memiliki artisegala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang
komplek sehingga dapat mempengaruhi satu sama lain. Kondisi yang sering
mempengaruhi ini membuat lingkungan dinamis dan dapat berubah-ubah sesuai
dengan kondisi dan seberapa besar komponen lingkungan itu dapat mempengaruhi
dengan kuat, perubahan itu dapat disebabkan oleh mahluk hidup dalam suatu
lingkungan tersebut, baik berupa fisik, kimia dan biologi.
Pengertian
lingkungan hidup menurut undang-undang RI No. 32 Tahnu 2009 yaitu kesatuan
rungan dengan benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan
perilakunya yang bersinggungan dengan mahlik hidup lainnya. Pengertian
lingkungan hidup bisa dikatakan segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau
mahluk hidup yang berhubungan timbal balik dan komplek serta saling
mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Kerusakan lingkungan
yang di akibatkan manusia yaitu secara fisik mengalami perubahan pada
lingkungan tersbut, adapun macam-macamnya sebagai berikut:
1.
Pencemaran Air
Pencemaran adalah
perubahan yang tidak di inginkan pada udara, air dan tanah. Secara pencemaran
fisik. penyebab pencemaran sebenarnya adalah sisa-sisa benda yang dibuat,
dipakai dan di buang oleh manusia secara sengaja maupun tidak sengaja.
Pencemaran meningkat bukan hanya karena meningkatnya kebutuhan manusia, tetapi
juga karena semakin sempitnya lahan atau tempat yang layak untuk segala
aktifitas manusia yang semakin hari semakin meningkat.
Pencemaran air adalah salah suatu
perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan
dan air tanah akibat aktivitas manusia.
Bahan Pencemar:
a)
Bahan buangan padat
Bahan buangan padat yang di maksud adalah bahan yang
terbentuk padat, baik yang kasar (butiran besar) maupun yang halus butiran
kecil (mason, C..F, 1981). Apabila bahan
buangan padat di dalam larut di dalam air, maka kepekaan air atau berat jenis cairan
akan buruk dan disertai perubahan warna (Touray, 2008). Bahan buangan padat
yang terbentuk halus sebagian ada yang larut dan sebagian lagi tidak dapat
larut akan terbentuk koloidal yang melayang dalam air.
b)
Bahan buangan zat kimia
Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi yang
di maksud adalah bahan pencemar air yang berupa sabun (deterjen, sampo dan
bahan pembersih lainnya), zat warna kimia dan bahan pemberantas hama
(insektisida). Adanya bahan buangan zat kimia yang berupa sabun (deterjen,
sampo dan bahan pembersih lainnya) yang berlebihan di dalam air ditandai dengan
timbulnya buih-buih sabun pada permukaan air (Darmono, 2001). Sabun yang
berasal dari asam lemak (Stearat, palmitat atau obat) yang di reaksikan dengan
basa Na (OH) atau K (OH).
Deterjen dapat pula sebagai bahan pembersih seperti halnya
dengan sabun, akan tetapi di buat dari senyawa petrokimia. Bahan deterjen yang
umum digunakan adalah Dodecy Benzen Sulfonat.
Bahan buangan berupa sabun dan deterjen di dalam air lingkungan dapat maenaikan
ph lingkungan air ( arya, 1995).
Air sebagai
zat, air tidak berbau, tak berwarna tanpa rasa, air merupakan senyawa yang
sangat mantap, pelarut yang mengagumkan serta sumber kimia yang sangat kuat.
Bau yang
berasal dari dalam air dapat langsung berasal dari bahan-bahan buangan atau air
limbah dari kegiatan industri atau dapat pula berasal dari hasil degradasi
bahan buangan oleh mikroba yang hidup di
dalam air (Diaz, 2008). Mikroba di dalam air akan mengubah bahan buangan
organik terutama gugus protein secara degredasi menjadi bahan yang mudah
menguap dan berbau (hendrickey et al, 2005).
Menurut Rao dan mamata (2004), air normal yang dapat di gunakan untuk kehidupan
umumnya tidak berbau, tidak berwarna dan berasa, selanjutnya dikatakan adanya
rasa pada air pada umumnya diikuti dengan perubahan pH air.
Pembentukan
koloidal terjadi karena bahan buangan padat yang berbentuk halus (butiran
kecil), sebagian ada yang larut dan sebagian lagi tidak dapat larut dan tidak
dapat mengendap, koloidal ini melayang di dalam air sehingga air menjadi keruh
(Fairchild et al, 2000) menurut
koesoebiono (1999) kekeruhan akan menghilang penetrasi sinar matahari kedalam
air akibat fotosintesis tanaman didalam air tidak dapat berlangsung dan akan
menggangu kehidupan hewan air.
Padatan
tersuspensi total keberadannya di pengaruhi oleh jumlah dan jenis limbah yang
masuk ke dalam suatu perairan (Rao dan Mamata, 2004). Selanjutnya dikatakan
bahan bahan buangan padat berbentuk
padat berbentuk kasar (butiran besar) dan berat serta tidak larut dalam air
maka bahan tersebut akan mengendap di dasar sungai.
Berdasarkan
buangan bahan manusia maka yang terjadi (pencemaran air) secara fidik akan
mengubah tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya
peubahan warna, baud an rasa.
2.
Pencemaran Udara
Udara merupakan
komponen lingkungan lingkungan alam yang mempengaruhi kehidupan manusia serta
mahluk hidup lainnya. Agar udara dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi
pelestarian fungsi lingkungan hidup, maka udara perlu di pelihara, dijaga dan
di jamin mutunya dari segala unsure pencemarannya.
Menurut
peraturan pemerintah RI No. 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran
udara, bahwa pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukannya zat, energy,
dan komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara
ambient turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambient tidak
dapat memenuhi fungsinya.
Pencemar
udara di bedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer
adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran
udara. Karbon monoksida adalah salah satu contoh dari pencemar uadara primer
karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi
pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
Pembentukan ozon dalam slog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran
udara sekunder.
Adapun
dampaknya pada lingkungan fisik adalah Efek rumah kaca.
Efek rumah kaca di sebabkan oleh
keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap
radiasi panas matahari yang di pantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas
terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global
(Global Worming). Dampak dari
pemanasan global adalah: Pencairan es di kutub, perubahan iklim ragional dan
global dan perubahan siklus hidup Flora dan fauna.
Selain itu
pencemaran uadara mengakibatkan dampak pada kesehatan. Pada tingkat konsentrasi
tertentu zat-zat pencemar udara dapat berakibat langsung terhadap kesehatan
manusia, baik secara mendadak atau akut, menahun atau kronis dengan
gejala-gejala yang samar. Dimulai dengan iritasi saluran pernafasan, iritasi
mata, dan alergi kulit sampai mengakibatkan kanker paru
3.
Pencemaran tanah
Tanah
merupakan salah satu komponen lingkungan alam yang mempunyai kemampuan
menunjang kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Akibat kegiatan manusia,
kerusakan tanah telah banyak teerjadi terutama pada lingkungan fisik.
Pencemaran
tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah
lingkungan tanah alami. Pencemaran tanah biasanya terjadi karena: kebocoran
limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan
pestida dll.
Dampak
pencemaran tanah terhadap lingkungan fisik, ketika timbunan sampah-sampah yang
berasal dari limbah domestik dapat mengganggu atau mencemari karena: lindi (air
sampah), baud an estika. Timbulan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga
tanah tidak bisa di manfaatkan.
B.
DAMPAK KEGIATAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
KIMIA
Kualitas air
dapat berubah karenma adanya pencemaran, sebab semakin tinggi pencemaran maka
kualitas air yang di miliki semakin rendah. Adapun dampak nya terhadap
linkungan kimia akibat ulah manusia
yaitu sebagai berikut:
1.
Pencemaran Air
Pencemaran
adalah perubahan yang tidak di inginkan pada udara, air dan tanah. Secara
pencemaran kimia dapat mengakibatkan hal yang tak di inginkan, berikut ini penyebabnya:
a)
Bahan Buangan Cairan Minyak
Minyak tidak dapat larut di dalam air, melainkan akan mengapung di atas
permukaan air. Bahan buangan cairan berminyak yang di buang ke air lingkungan
akan mengapung menutupi permukaan air. Menurut Firdaus (1992) ada dua jenis
penyusutan luas permukaan tergantung pada jenis minyaknya dan waktu. Lapisan
minyak di permukaan akan menghalangi difusi oksigen, menghadapi sinar matahari
sehingga kandungan oksigen dalam air jadi semakin menurun.
b)
Bahan buangan Zat Kimia
Bahan
buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi yang di maksud adalah bahan pencemar
air yang berupa sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya), zat warna
kimia dan bahan pemberantas hama (insektisida). Adanya bahan buangan zat kimia
yang berupa sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya) yang berlebihan
di dalam air ditandai dengan timbulnya buih-buih sabun pada permukaan air
(Darmono, 2001). Sabun yang berasal dari asam lemak (Stearat, palmitat atau
obat) yang di reaksikan dengan basa Na (OH) atau K (OH).
Deterjen dapat
pula sebagai bahan pembersih seperti halnya dengan sabun, akan tetapi di buat
dari senyawa petrokimia. Bahan deterjen yang umum digunakan adalah Dodecy
Benzen Sulfonat. Bahan buangan berupa
sabun dan deterjen di dalam air lingkungan dapat maenaikan ph lingkungan
air ( arya, 1995).
Maka dampak
yang di akibatkan adalah mengalami perubahan ph pada air yang telah
terkontaminasi dengan bahan pencemar.
2.
Pencemaran Udara
Dampak
pencemaran udara yaitu bangunan-bangunan, logam batuan, kulit dan lain-lain
dapat di gambarkan sebagai pencemaran udara terhadap lingkungan di sekeliling,
misal timbulnya karat dalam logam, yang menyebabkan terlepas dan hilangnya
material dari permukaan serta berubah nya kemampuan elektris logam merupakn
contoh pengaruh pencemaran udara. Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi
kecepatan perkaratan (corrotion) pada logam, yaitu kelembaban, tipe/jenis
pencemar dan temperatur.
Selain itu
dampak yang lain adalah hujan asam, dimana PH normal air hujan adalah 5,6
karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi
dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan ph air hujan. Dampak dari hujan
asam ini diantaranya adalah Mempengaruhi kualitas air permukaan, merusak
tanaman dan lain sebagainya.
3.
Pencemaran Tanah
Tanah
merupakan salah satu komponen lingkungan alam yang mempunyai kemampuan
menunjang kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Akibat kegiatan manusia,
kerusakan tanah (khusunya pencemaran)
juga terjadi pada linghkungan kimia salah satunya adalah:
Paparan kronis
(terus menerus) terhadap benzene pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan
kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat
menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat di obati. Hal
tersebut bisa terjadi jika tanah akan terkontaminasi dengan limbah pertanian.
C.
DAMPAK KEGIATAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN
BIOLOGI
Bio indikator
yaitu kelompok atau komunikator organisme yang kehadirannya atau perilakunya di
dalam air berkolerasi dengan kondisi lingkungan sehingga dapat digunakan
sebagai petunjuk kualitas lingkungan perairan. Organisme yang tergolong sebagai
indikator di antara ganggang, bakteri protozoa makrobentos, dan ikan.
1.
Pencemaran Air
Pencemaran air adalah salah suatu perubahan
keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air
tanah akibat aktivitas manusia. Adapun bahan pencemarnya adaalah Bahan buangan
organik dan olahan bahan makanan. Bahan organik umumnya berupa limbah yang
dapat membusuk di dalam air atau terdegredasi oleh mikroorganisme. Kadar BOD
dalam hal ini akan naik. Tidak tertutup kemungkinan dengan bertambahnya
organism dapat berkembang pula bakteri patogen yang berbahaya bagi manusia.
Demikian pula untuk buangan olahan bahan makanan yang sebenarnya adalah bahan
organik yang baunya lebih menyengat.
2.
Pencemaran Udara
Dampak pada
lingkungan biologi yaitu pada tanaman yang tumbuh di daerah dengan dengan
tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan
penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang
terdeposisi di permukaan tanaman akan menghambat proses fotosintesis.
3.
Pencemaran Tanah
Limbah domestik
dapat berasal dari daerah pemukiman penduduk, perdagangan dan lain sebagainya.
Limbah domestik dapat berupa limbah padat dan cair. Limbah padat dapat berupa
sampah anorganik, jenis sampah ini tidak dapat di uraikan oleh mikroorganisme,
misalnya kantong plastic, bekas kalengan minuman, bekas botol plastic air
mineral. Sedangkan limbah limbah cair domestik dapat berupa deterjen, oli, cat,
jika meresap ke dalam tanah maka akan merusak kandungan air tanah bahkan bisa
membunuh mikrorganisme di dalam tanah. Itulah sebab dan dan dampak terhadap
lingkungan bilogi dalam pencemaran tanah.
Pencemaran tanah juga dapat
memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal
dapat timbul dari adanya bahan kimia yang beracun atau berbahaya bahkan pada
dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan
metabolisme dari mikroorganisme endemik dan artropoda yang hidup di lingkungan
tersebut. Akibatnya dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai
makanan, yang dapat memberi akibat besar terhadap predator atau tingkatan lain
dari rantai makanan tersebut.
BAB III PENUTUP
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pengertian
lingkungan hidup menurut undang-undang RI No. 32 Tahnu 2009 yaitu kesatuan
rungan dengan benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan
perilakunya yang bersinggungan dengan mahlik hidup lainnya.
Dampak
kegiatan manusia terhadap lingkungan fisik, biologi maupun kimia secara umum
berupa pencemaran, baik pencemaran air, udara maunpun tanah. Pengertian
Pencemaran adalah perubahan yang tidak di inginkan pada udara, air dan tanah.
Secara pencemaran . penyebab pencemaran sebenarnya adalah sisa-sisa benda yang
dibuat, dipakai dan di buang oleh manusia secara sengaja maupun tidak sengaja.
Pencemaran meningkat bukan hanya karena meningkatnya kebutuhan manusia, tetapi
juga karena semakin sempitnya lahan atau tempat yang layak untuk segala
aktifitas manusia yang semakin hari semakin meningkat
Pencemaran
pada lingkungan fisik dapat kita ketahui berdasarkan tingkat kejernihan (kekeruhan),
adanya perubahan warna, baud an rasa. Dan secara kimia yaitu dengan menegtahui
sifat PH (pada pencemaran air). Sedangkan pada lingkungan biologi dampak
kegiatan manusia bisa kita ketahui pada
mikroorganisme atau bakteri di air maupun di tanah dan pada udara bisa kita
lihat pada pepohonan cara berfotosintesis.
B.
SARAN
Dalam
pembuatan makalah ini pastinya terdapat suatu kekurangan baik dari segi
penulisan, penyusunan, bahasa yang tidak baku ,maka dari itu saya secara terang
terangan mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan kritikan dan saran yang
bersifat membangun ,agar saya bisa lebih baik lagi dalam membuat makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Abduh, M.
Natsir. 2018. Ilmu dan Rekayasa
lingkungan. Makkasar: CV SAH MEDIA
Budiyono,
Arif. Pencemaran Udara: Dampak Pencemaran
Udara Terhadap LIngkungan. Afk Budifno
Irianto,
ketut. I. 2015. Buku Bahan Ajar
Pencemaran Lingkungan. Den Pasar: Universitas Warmadewa
Tim Pengajar.
2015. Bahan Ajar Pengetahuan Lingkungan.
Palangka raya: Iain Palangkarya
Warlina,
Lina. 2004. Pencemaran Air: Sumber Dan
Penanggulangannya. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Comments
Post a Comment